| Bus listrik ini nantinya akan digunakan di sejumlah kota di Indonesia REPUBLIKA.CO.ID, UNGASAN -- Bakrie Otoparts menggandeng perusahaan Cina, BYD Corporation, untuk mengembangkan bus listrik. Bus listrik ini akan digunakan di sejumlah kota di Indonesia dalam upaya menciptakan transportasi ramah lingkungan. "Bus listrik sudah kita gunakan dalam pertemuan tahunan IMF dan World Bank di Bali dan hasilnya ternyata sangat bagus sebagai alat transportasi alternarif bagi para delegasi," kata Dirut dan CEO PT Bakrie & Brother Bobby Gafur Umar kepada pers di Ungasan, Bali, Senin (15/10). Hal tersebut disampaikan usai uji dua bus listrik yang juga dihadiri Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Hermanto Dardak, serta Wakil Dirut PT Bakrie & Brother Ardie Bakrie. Dikatakan Bobby, pihaknya akan memberikan solusi bagi terciptanya bus ramah lingkungan yang saat ini sudah menjadi model di sejumlah kota dan negara mengenai pentingnya kendaraan rendah emisi. Dalam pertemuan tahunan IMF-WB di Nusa Dua, ungkap Bobby, pihaknya sudah menyiapkan dua bus yang digunakan delegasi acara internasional tersebut dan ternyata mwndapat sambutan positif dari delegasi. Ia mengata kan sejumlah provinsi seperti Jawa Tengah dan wilayah industri di Pulau Jawa, sudah menyatakan kesediaannya untuk mempergunakan transportasi bus listrik mengangkut penumpang serta karyawan. "Sudah kita tawarkan ke sejumlah daerah dan wilayah bisnis ternyata mendapat antusias positif," kata Bobby. CEO PT Bakrie Autoparts Dino Ryandi menambahkan melalui unit usahanya PT Bakrie Autoparts telah menjalin kerjasama bisnis dengan pabrikan bus listrik terkemuka dari Cina, BYD Auto Co.Ltd, untuk secara serius mengembangkan lini baru bisnisnya di bidang otomotif. Kolaborasi tersebut telah disepakati secara resmi melalui penandatanganan kesepakatan kerjasama pada 13 April 2018 lalu di Cina. "Kami sudah siap menetapkan target-target untuk mengembangkan industri ini yang kami yakini sangat prospektif," katanya. Dirjen Harjanto mengatakan pemerintah sangat mendukung swasta mengembangkan industri mobil listrik yang saat ini memang sedang didorong pengembangannya di Indone sia. "Tentu kita berharap bus lustrik yang ada nanti kandungan lokal lebih besar dibanding impor. Pemerintah akan terus mendorong perkembangan industri tersebut," katanya. Let's block ads! (Why?) October 16, 2018 at 05:10AM via Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RSeySk |
No comments:
Post a Comment