| Untuk menunjukkan betapa tidak ramahnya kondisi cuaca yang ada di Antartika, Cyprien pergi keluar untuk mencoba memasak di lingkungan terbuka. Tak disangka, masakan yang hendak ia buat lebih mirip dengan sebuah karya seni, seperti telur yang pecah menggantung di udara saat putih dan kuning telur membeku, telur dadar membeku di posisi tengah saat hendak dituangkan dari panci ke piring, dan keseimbangan garpu dari spaghetti yang mengeras. "Kami kehabisan makanan segar di awal musim dingin karena kami tidak memiliki pasokan makanan sejak awal Februari hingga awal November. Jadi, kami pun mengonsumsi sebagian besar makanan beku, mengingat bahwa suhu tidak pernah menjadi positif, kami pun hanya menyimpannya dalam wadah di luar," jelas Cyprien menambahkan. Namun, terlepas dari itu semua, para peneliti masih menikmati tinggal di sana meskipun berada pada gurun yang tidak ramah dan dengan kondisi cuaca yang sangat dingin karena dapat mempelajari berbagai bidang seperti astronomi dan fisiologi manusia. Penulis: Immanuela Harlita Josephine Let's block ads! (Why?) October 16, 2018 at 08:00AM via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2AcfQBa |
No comments:
Post a Comment